WhatsApp

Apa Saja yang Perlu Disiapkan Saat Membuat Website? Checklist Lengkap

Checklist membuat website mencakup tujuan website, domain, hosting, identitas brand, konten, halaman, kontak, foto, CTA, dan akses yang dibutuhkan.
checklist membuat website

Website yang dikerjakan dengan bahan lengkap biasanya jauh lebih lancar dibanding website yang semua informasinya baru dicari di tengah proses.

Bukan berarti kamu harus menyiapkan satu folder berisi seratus dokumen.

Yang perlu disiapkan adalah informasi inti yang membuat struktur, desain, dan isi website bisa dikerjakan tanpa banyak tebakan.

Checklist Singkat

  • ☐ Tujuan website.
  • ☐ Nama bisnis.
  • ☐ Domain.
  • ☐ Hosting.
  • ☐ Logo.
  • ☐ Deskripsi bisnis.
  • ☐ Produk atau layanan.
  • ☐ Foto.
  • ☐ Kontak.
  • ☐ Struktur halaman.
  • ☐ CTA utama.
  • ☐ Akses yang diperlukan.

1. Tujuan Website

Mulai dari alasan website dibuat.

Apakah untuk:

  • Mendapatkan pelanggan?
  • Menampilkan portfolio?
  • Menjelaskan layanan?
  • Membangun kredibilitas?
  • Menjual produk?

Tujuan ini akan memengaruhi halaman, copy, CTA, dan struktur website.

2. Nama Bisnis

Pastikan nama brand atau bisnis yang digunakan sudah final.

Nama ini dapat muncul di logo, title, homepage, footer, dan metadata.

3. Domain

Tentukan domain yang akan digunakan.

Usahakan mudah dibaca dan diketik.

Kalau domain sudah dibeli, pastikan kamu masih memiliki akses ke akun pengelolaannya.

4. Hosting

Siapkan hosting yang akan digunakan untuk menjalankan website.

Kalau belum memilih, pertimbangkan resource, backup, support, keamanan, performa, dan jalur upgrade.

5. Logo dan Identitas Brand

Siapkan logo dengan file yang cukup baik.

Kalau memiliki brand color atau font tertentu, simpan juga informasinya.

Kalau belum punya brand guideline, tidak masalah. Minimal nama brand dan gaya visual yang diinginkan sudah jelas.

6. Profil Bisnis

Siapkan jawaban untuk:

  • Siapa bisnis kamu?
  • Sudah berapa lama beroperasi?
  • Berada di mana?
  • Fokus pada siapa?
  • Apa yang membuatnya berbeda?

Tidak perlu dibuat seperti profil perusahaan 20 halaman. Cukup informasi yang membantu pengunjung memahami bisnis.

7. Produk atau Layanan

Daftarkan apa yang dijual atau dikerjakan.

Untuk setiap item, siapkan minimal nama dan penjelasan singkat.

Kalau tersedia, tambahkan harga, manfaat, spesifikasi, portfolio, atau informasi lain yang relevan.

8. Foto dan Media

Siapkan foto produk, tempat usaha, tim, hasil kerja, atau media lain yang memang mendukung cerita website.

Jangan merasa harus mengisi setiap section dengan gambar.

Gunakan visual ketika memang membantu pengunjung memahami sesuatu.

9. Kontak

Siapkan:

  • WhatsApp.
  • Email.
  • Alamat.
  • Social media.
  • Jam operasional bila relevan.

Pastikan semuanya masih aktif dan benar.

10. Struktur Halaman

Tentukan halaman yang dibutuhkan.

Contoh sederhana:

Home → About → Services → Portfolio → Contact

Jangan membuat halaman hanya untuk memenuhi jumlah. Setiap halaman sebaiknya punya pekerjaan yang jelas.

11. CTA

Tentukan tindakan utama yang ingin dilakukan pengunjung.

Misalnya:

  • Chat WhatsApp.
  • Minta Penawaran.
  • Booking.
  • Lihat Produk.
  • Konsultasi.

CTA yang tepat bergantung pada model bisnis.

12. Akses yang Dibutuhkan

Jika ada pihak lain yang membantu setup, siapkan akses yang memang diperlukan.

Jangan mengirim password lewat tempat yang tidak aman. Gunakan akun atau akses dengan hak yang sesuai.

Mana yang Wajib dan Mana yang Bisa Menyusul?

Ini penting kalau kamu ingin website selesai lebih cepat.

Prioritas awal:

  • Domain.
  • Hosting.
  • Nama bisnis.
  • Logo.
  • Layanan/produk.
  • Kontak.
  • Konten utama.

Bisa dikembangkan kemudian:

  • Artikel tambahan.
  • Case study tambahan.
  • Landing page campaign.
  • Konten edukasi.
  • Fitur tambahan.

Website tidak harus menunggu semua hal selesai untuk mulai memberikan nilai.

Kalau Konten Belum Lengkap?

Jangan mengarang data hanya untuk membuat halaman terlihat penuh.

Lebih baik gunakan konten yang benar-benar tersedia dan rencanakan bagian tambahan untuk fase berikutnya.

Kualitas informasi selalu lebih penting daripada jumlah section.

Kesimpulan

Persiapan website yang baik adalah soal kejelasan, bukan banyaknya dokumen.

Siapkan tujuan, domain, hosting, identitas bisnis, layanan, foto, kontak, struktur halaman, CTA, dan akses yang diperlukan.

Dengan fondasi tersebut, proses pembuatan website akan jauh lebih mudah dimulai.

FAQ

Apakah semua konten harus selesai sebelum membuat website?

Tidak. Konten utama sebaiknya tersedia, tetapi materi tambahan dapat dikembangkan setelah website berjalan.

Apakah harus punya logo?

Tidak wajib, tetapi logo membantu membangun identitas visual yang konsisten.

Apakah domain dan hosting harus sudah siap?

Untuk setup website secara langsung, keduanya sebaiknya sudah siap digunakan.

Berapa halaman yang harus disiapkan?

Tidak ada jumlah wajib. Gunakan halaman yang benar-benar dibutuhkan pengunjung dan bisnis.