Bagian “Tentang Kami” sering menjadi salah satu halaman paling sulit ditulis.
Bukan karena informasinya sedikit, tetapi karena banyak bisnis terjebak menulis profil yang terdengar seperti brosur:
“Kami adalah perusahaan terpercaya dengan pelayanan terbaik dan solusi profesional…”
Masalahnya, semua bisnis bisa mengatakan hal yang sama.
Cara menulis profil bisnis di website yang efektif adalah dengan menjelaskan bisnis secara konkret: siapa kamu, apa yang kamu kerjakan, siapa yang kamu bantu, bagaimana cara kerja kamu, dan apa yang membuat calon pelanggan merasa aman untuk melanjutkan.
1. Mulai dari “Kami Membantu Siapa?”
Jangan membuka profil dengan sejarah perusahaan selama tiga paragraf.
Mulai dengan konteks pelanggan.
Misalnya:
“Kami membantu UMKM dan bisnis jasa memiliki website WordPress yang siap digunakan tanpa harus mengurus setup teknis dari nol.”
Kalimat seperti ini langsung memberi konteks.
Pengunjung tidak perlu menebak-nebak bisnis kamu sebenarnya bergerak di bidang apa.
2. Jelaskan Apa yang Kamu Kerjakan
Setelah pembaca tahu siapa targetnya, jelaskan layanan atau produk yang diberikan.
Hindari istilah yang terdengar besar tetapi tidak menjelaskan pekerjaan.
Misalnya:
“Kami menyediakan solusi digital terintegrasi.”
Pertanyaannya: solusi untuk apa?
Lebih baik mengatakan:
“Kami membantu bisnis menyiapkan website WordPress mulai dari setup, struktur halaman, template, sampai siap digunakan.”
Lebih konkret, lebih mudah dipahami.
3. Gunakan Bukti, Bukan Klaim Kosong
Kalau bisnis sudah memiliki pengalaman, pelanggan, portfolio, sertifikasi, atau project yang bisa dipublikasikan, gunakan informasi tersebut.
Contohnya:
- Jumlah project.
- Jenis industri yang pernah dikerjakan.
- Contoh hasil kerja.
- Pengalaman tim.
- Sertifikasi yang relevan.
Tentu semua angka dan klaim harus benar.
Jangan menulis “dipercaya ribuan pelanggan” kalau tidak memiliki data untuk mendukungnya.
4. Ceritakan Cara Kerja Secara Singkat
Calon pelanggan sering tidak hanya ingin tahu apa yang kamu jual. Mereka juga ingin tahu apa yang terjadi setelah mereka menghubungi kamu.
Karena itu, satu paragraf singkat tentang proses bisa sangat membantu.
Contohnya:
- Pilih kebutuhan.
- Siapkan materi.
- Mulai pengerjaan.
- Review.
- Revisi.
- Website siap digunakan.
Proses yang terlihat jelas membantu mengurangi ketidakpastian.
5. Jangan Menulis Seolah Bicara kepada Semua Orang
Profil bisnis akan terasa lebih hidup ketika target audiensnya jelas.
Bandingkan:
“Kami menyediakan solusi website untuk berbagai kebutuhan.”
dengan:
“Kami membantu bisnis lokal, jasa profesional, dan brand kecil yang membutuhkan website tanpa harus mengurus bagian teknis dari awal.”
Versi kedua lebih spesifik dan membuat pembaca lebih mudah mengenali dirinya sendiri.
6. Gunakan Bahasa yang Bisa Dipahami Manusia
Profil bisnis bukan tempat untuk memamerkan semua istilah industri yang diketahui tim internal.
Kalau sebuah kalimat bisa dibuat lebih sederhana tanpa kehilangan arti, sederhanakan.
Hal ini juga membantu GEO karena jawaban yang jelas dan standalone lebih mudah dipahami sistem pencarian dan AI.
7. Tutup dengan Next Step
Setelah seseorang membaca profil bisnis, jangan biarkan mereka kembali ke menu tanpa arah.
Berikan satu tindakan yang masuk akal:
- Lihat layanan.
- Lihat portfolio.
- Hubungi tim.
- Minta penawaran.
- Jadwalkan konsultasi.
CTA harus mengikuti konteks halaman.
Struktur Profil Bisnis yang Bisa Dipakai
Kamu bisa menggunakan struktur sederhana berikut:
Bagian 1 — Siapa Kami
Satu sampai dua paragraf untuk menjelaskan bisnis.
Bagian 2 — Apa yang Kami Bantu
Jelaskan masalah atau kebutuhan yang dilayani.
Bagian 3 — Cara Kami Bekerja
Berikan gambaran proses.
Bagian 4 — Kenapa Memilih Kami
Gunakan bukti dan diferensiasi yang nyata.
Bagian 5 — Next Step
Arahkan pembaca ke tindakan berikutnya.
Kesalahan Copywriting yang Sering Terjadi
Terlalu banyak “kami”.
Profil bisnis memang membahas perusahaan, tetapi jangan sampai seluruh tulisan hanya bercerita tentang perusahaan tanpa menjelaskan manfaat bagi pelanggan.
Terlalu banyak kata sifat.
“Profesional, terpercaya, inovatif, terbaik, berkualitas” terdengar bagus tetapi nilainya kecil tanpa bukti.
Terlalu panjang.
Kalau sejarah perusahaan memang penting, simpan detailnya. Tetapi paragraf pembuka sebaiknya tetap fokus pada konteks yang dibutuhkan pengunjung.
Bagaimana Menulis Profil Bisnis untuk SEO?
Jangan memasukkan keyword berulang ke setiap kalimat.
Gunakan istilah yang memang relevan dengan bisnis dan halaman tersebut.
Misalnya bisnis kamu adalah jasa pembuatan website, istilah yang natural bisa meliputi website WordPress, website bisnis, setup website, template, dan kebutuhan terkait lainnya.
Search engine modern lebih mampu memahami konteks sebuah halaman daripada sekadar menghitung satu keyword.
Referensi resmi untuk dasar SEO dapat dilihat di Google Search Central — Creating Helpful, Reliable, People-First Content.
Contoh Formula Sederhana
Kalau kamu benar-benar blank, gunakan formula:
Kami membantu [target] untuk [kebutuhan] melalui [produk/jasa], dengan pendekatan [cara kerja/diferensiasi].
Setelah itu, tambahkan bukti yang relevan dan CTA.
Kesimpulan
Profil bisnis yang bagus tidak perlu terdengar besar. Profil yang bagus harus terasa jelas, spesifik, dan bisa dipercaya.
Jelaskan siapa bisnis kamu, siapa yang kamu bantu, apa yang kamu kerjakan, bagaimana prosesnya, dan bukti apa yang bisa mendukung klaim tersebut.
Setelah itu, arahkan pembaca ke langkah berikutnya.
FAQ
Berapa panjang profil bisnis di website?
Tidak ada angka wajib. Tulis sebanyak yang dibutuhkan untuk menjelaskan bisnis secara jelas tanpa mengulang informasi yang sama.
Apakah profil bisnis harus formal?
Tidak selalu. Gaya bahasa sebaiknya mengikuti brand dan target pelanggan, selama tetap jelas dan profesional.
Apakah keyword harus diulang berkali-kali?
Tidak. Gunakan keyword dan istilah terkait secara natural sesuai kebutuhan pembahasan.
Apakah profil bisnis harus berisi sejarah perusahaan?
Tidak wajib. Sejarah relevan dapat membantu, tetapi pembaca biasanya lebih membutuhkan pemahaman tentang bisnis, layanan, dan alasan untuk percaya.